Larangan Berbohong pada
Anak Meskipun Terlihat Remeh
Masih melekat dalam
ingatan Saya sewaktu kecil dulu kira-kira usia 3 tahunan, Ibu menyuruh mandi
karena hari sudah sore “ Ayo mandi ! nanti kalau sudah mandi kita jalan-jalan “ Aku yang masih lugu menuruti apa yang
dikatakan oleh Ibu Aku selesai mandi sudah wangi tapi kok Ibu tidak juga pergi mengajak Aku jalan-jalan dan akhirnya Aku yang masih kecil jalan sendiri niatnya sih mau nongkrong di pinggir jalan, karena jarak rumah ke jalan raya lumayan jauh, akhirnya Aku di temukan tertangga dan di bawa pulang kerumah, Ibu bukan main kaget melihat anak kesayangannya di gendong tetangga lalu Ibu ku bertanya ada di mana anakku ? kemudian tetangga itu menjawab ada di jalan tadi lagi jalan sendiri, bukan main kagetnya Ibu ku seraya bertanya padaku " Ade dari mana ? " lalu akui menjawab " dari jalan Bu ! kata Ibu kalau Ade udah mandi mau jalan-jalan ! lalu Ibu terdiam dan seraya meminta maaf sambil memeluk Aku,
Itu.sekelumit kisah yang bisa aku ingat semasa aku kecil dulu dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwa jangan pernah menganggap remen atau bahkan menaggap hal yang biasa jika berbohong pada anak karena dianggap anak kita itu masih kecil dan tidak mengerti apa-apa !
Berikut contoh-contoh kata-kata yang sering kali kita dengar dari orang tua kita dulu :.
“Awas jangan nakal ya, nanti digigit Kelong wewe lho”
.
“Kalau gak mau makan, nanti disunat pak Dokter lho, mau disnat gak?”
.
“Kalau pijat ayah, nanti ayah ajak jalan-jalan” (padahal gak ada niat, hanya agar dipijat aja)
.
“Cup cup diam ya, gak usah nangis, nanti ibu belikan maenan besok” (padahal gak ada niat, hanya agar anak diam”
.
Walaupun pada anak kecil, kita tidak boleh berbohong dan berdusta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
“Awas jangan nakal ya, nanti digigit Kelong wewe lho”
.
“Kalau gak mau makan, nanti disunat pak Dokter lho, mau disnat gak?”
.
“Kalau pijat ayah, nanti ayah ajak jalan-jalan” (padahal gak ada niat, hanya agar dipijat aja)
.
“Cup cup diam ya, gak usah nangis, nanti ibu belikan maenan besok” (padahal gak ada niat, hanya agar anak diam”
.
Walaupun pada anak kecil, kita tidak boleh berbohong dan berdusta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺼَﺒِﻲٍّ ﺗَﻌَﺎﻝَ ﻫَﺎﻙَ ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻳُﻌْﻄِﻪِ ﻓَﻬِﻲَ ﻛَﺬْﺑَﺔٌ
“Barangsiapa yang berkata
kepada anak kecil, “Kemarilah, saya akan memberimu sesuatu”, lalu ia tidak
memberinya, maka itu adalah sebuah kebohongan.”[1]
.
Seharusnya jika ada masalah pada anak sebaiknya di jelaskan kepada mereka dengan menggunkan pendekatan kasih sayang karena jika kita bisa menjelaskan dengan baik anak-anakpun pasti akan mengerti dan paham ingat masa anak-anak itu ibarat kita mengukit dalam batu sampai kapan pun akan terus membekas di dalam jiwa sianak itu sendiri dan tanpa kita sadari anak kita adalah Row model dari orang tuanya, karena Anak akan menirukan perilaku dari orang tuanya karena meraka itu adalah hasil didikan kita dari semasa kecil dulu, lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama kali yang mereka berinteraksi sebelum mereka mengenal dunia diluar rumah
.
“Jangan nakal, karena bukan akhlak mulia dan merugikan diri sendiri”
.
“Ayo makan yang banyak, supaya jadi mukmin kuat dengan makan bergizi” dll
.
Bagaimanapun
juga dusta tetaplah tidak boleh hukum asalnya (kecuali yang ada udzur dari
syariat). Berdusta walaupun untuk niat baik, semisal berdusta agar orang lain
tertawa dan senang, maka ini saja tidak boleh dan keras ancamannya
.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﻳْﻞٌ
ﻟِﻠَّﺬِﻱ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﺑِﺎﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﻟِﻴُﻀْﺤِﻚَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡَ , ﻓَﻴَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﻳْﻞٌ
ﻟَﻪُ ﻭَﻳْﻞٌ ﻟَﻪُ
“Kecelakaan bagi orang
yang telah bercerita dengan suatu omongan untuk membuat suatu
kaum jadi
tertawa, lalu ia dusta. Kecelakaan baginya, kecelakaan baginya”.[2]
.
Kita
usahakan jangan sampai berbohong, karena balasan pahalanya sangat besar yaitu : Jaminan Surga
Rasululah
shallallahu alaihi wa sallam
,
ﺃَﻧَﺎ
ﺯَﻋِﻴْﻢٌ ﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲْ ﺭﺑﺾ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟَﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻤِﺮَﺍﺀَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ
ﻣُﺤِﻘًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲْ ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺍﻟْﻜَﺬِﺏَ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ
ﻣَﺎﺯِﺣًﺎ ﻭَﺑِﺒَﻴْﺖٍ ﻓِﻲْ ﺃَﻋْﻠَﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻟِﻤَﻦْ ﺣَﺴُﻦَ ﺧُﻠُﻘُﻪُ
Aku akan memberikan
jaminan sebuah rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan
sekalipun ia benar, dan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan
dusta sekalipun ia bercanda, serta rumah di bagian atas surga bagi orang yang
akhlaknya bagus”.[3]
.
Allah
berfirman,
ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻛُﻮﻧُﻮﺍ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ
Hai orang-orang yang
beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang
benar/jujur”. (Qs at-Taubah/9:119)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar